Rabu, 24 Desember 2008

Mengapa Vegetarian ?

Kesadaran untuk hidup sehat banyak mendorong orang untuk menjadi vegetarian (vegan). Survei yang dilakukan oleh National Restaurant Association di Amerika Serikat menunjukkan bahwa 20% mereka yang pergi ke restoran memilih menu sayuran.
Ada berbagai macam vegetarian. Vegan sejati sama sekali tidak memasukkan daging kedalam sistem pencernaannya. Mereka hanya mengkonsumsi buah, kacang - kacangan, madu, dan minyak sayur. Vegetarian jenis ini sering disebut Frutarians.

BUKAN PILIHAN MUDAH

Memutuskan untuk menjadi seorang vegan tidaklah mudah. Apalagi bila Anda belum pernah terlatih sama sekali. Godaan di sekeliling begitu kuat, akibatnya Anda melatih kontrol diri atau menerapkan disiplin yang kuat bagi diri sendiri. Biasanya godaan yang sering terjadi adalah godaan untuk kembali ke menu semula.
Itulah sebabnya, Anda harus mempunyai latar belakang yang kuat untuk menjadi vegetarian. Mengapa orang menjadi vegetarian ?.

  • Kepercayaan
Mungkin ini alasan utama mengapa orang memilih menjadi vegetarian. Ada beberapa agama di dunia menghargai makhluk hidup dan menyarankan lebih baik makan makanan yang berasal bukan dari makhluk. Mereka merasa tidak bermoral bila membunuh binatang untuk dimakan.

  • Lingkungan
Di luar negeri para vegetarian yakin bahwa memiliki peternakan akan membahayakan lingkungan. Diperkirakan akan memerlukan sebanyak 2.500 galon air untuk memproduksi setengah kilo daging. Sedangkan untuk memproduksi setengah kilo gandum hanya diperlukan 25 galon air.
Hal ini diperkuat oleh data di Amerika Serikat yang menyebutkan bahwa 70% dari produk pertanian digunakan sebagai makanan ternak, akibatnya produk pertanian tersebut tidak mencukupi kebutuhan manusia. Padahal jika orang Amerika mengurangi konsumsi daging sebesar 10%, maka produk pertanian akan mencukupi kebutuhan manusia.

  • Demi Kesehatan.
U.S Surgeon General C. Everett Koop menyatakan bahwa 70% orang Amerika meninggal akibat makanannya. Riset tersebut menunjukkan bahwa salah satu diet yang bisa mencegah penyakit kronik dan obesitas adalah diet yang mengandung sayuran, buah, kacang polong. Diet ini sangat cocok dengan makanan yang biasa disantap oleh para vegetarian.
Dari hasil studi yang diterbitkan dalam the American Journal of Clinical Nutrition (1994) dan the British Medical Journal (1996) menunjukkan bahwa vegetarian memiliki angka morbiditas dan mortalitas terhadap penyakit degeneratif kronik yang lebih rendah dibanding non-vegetarian. Walau rajin berolahraga, tidak merokok dan tidak mengkonsumsi alkohol menjadi pola hidup Anda, namun diet sehat tetap memegang peran penting.

DIET VEGETARIAN

Seorang vegan terkadang mengalami kekurangan zat gizi, seperti : protein, kalsium, vitamin D, seng, zat besi dan vitamin B12. Padahal gizi penting tersebut banyak terkandung dalam sumber makanan hewani.
Para vegan memiliki kandungan bahan gizi tersebut sangat rendah dibanding dengan non-vegan. Hal ini disebabkan karena nutrisi dari sayuran tersebut diserap sedikit dibanding dari daging. Menurut the American Dietetic Association (ADA) bahwa diet vegan sangat sehat.

Jika saya jadi vegan, penyakit apa yang dapat dicegah ?
1. Penyakit jantung
Merupakan pembunuh nomor satu didunia. Non vegan baik pria maupun wanita cenderung mengalami penyakit jantung dibanding vegan. Dr. Kong Woo dari University of Hong Kong meneliti orang - orang cina yang bermigrasi ke negara Barat. Mereka cenderung mengubah pola dietnya menjadi diet daging berlemak dan produk susu full krim (sumber utama lemak jenuh) yang mengakibatkan perubahan pada pembuluh darah arterinya - yang merupakan tanda awal penyakit jantung.

2. Kanker
The American Institute for Cancer Research and the World Cancer Research Fund telah merekomendasikan diet yang sesuai dengan kalangan masyarakat. Para ahli menyimpulkan ketidakseimbangan diet merupakan penyebab ketiga penyebab kematian akibat kanker.
Diet para vegan akan menurunkan resiko terhadap kanker mulut, lambung, paru, kolon, dan rektum.

3. Diabetes
Peneliti telah menemukan bahwa diet yang hanya terdiri dari sayuran tinggi serat merupakan salah satu cara efektif agar kandungan glukosa darah tidak tinggi. Jika Anda penderita diabetes, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengubah pola diet Anda.

4. Berat badan seimbang
Berat badan yang berlebihan merupakan faktor risiko berbagai penyakit kronik seperti diabetes dan penyakit jantung. Diet tinggi protein dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal dan osteoporosis, sedangkan diet sangat rendah kalori dapat memperlambat metabolisme. Hal ini merupakan cara efektif dan aman untuk mengontrol berat badan Anda.

Tidak ada komentar: