Sobat, pada saat kita masih duduk dibangku SD (sekolah dasar), kita pasti sering mengikuti kegiatan ekstrakulikuler or ekskul yang ada disekolah kita. Iya kan ?. kita merasa sangat senang sekali mengikuti kegiatan ekskul. Mengapa ?.
Alasannya karena sebelumnya pada saat kita masih duduk dibangku TK (taman kanak-kanak), kita hanya bisa melihat apa yang dilakukan oleh kakak-kakak kita sewaktu duduk dibangku SD, SMP, or SMA. Sehinggah kita merasa ingin sekali menjadi seperti mereka semua.
Disaat SD, rasa keinginan kita untuk mengikuti kegiatan ekskul sangat tinggi. Mulai dari pramuka, drumband, dll. Kegiatan – kegiatan ekskul tersebut serara memberi pengalaman baru yang belum pernah didapatkan sebelumnya.
Next, kita naik kejenjang yang lebih tinggi, yaitu SMP. Awal masuk SMP pasti ada suatu kegiatan yang diperuntutkan untuk siswa baru. MOS namanya. Disalah satu kegiatan MOS ada satu kegiatan yang namanya pengenalan kegiatan ekskul yang ada. Seperti pada saat kita duduk dibangku SD dulu, kita merasa ingin sekali mengikuti kegiatan ekskul yang ada.
Awalnya kita merasa senag sekali mengikuti kegiatan ekskul. Setiap ada kegiatan ekskul pasti tidak pernah absen. Tapi lama kelamaan kita pasti jarang mengikuti kegiatan ekskul. Apalagi kalau kelas 8. sudah mulai bias mengontrol dirinya sendiri dan berfikir kritis. Tapi kalau kelas 9 sih masih bias difahami, karena mereka kan harus konsentrasi penuh ke UNAS. So nggak boleh diganggu oleh kegiatan lain.
Nah, sekarang masuk kejenjang yang lebih tinggi lagi yaitu SMA. Dijenjang ini para siswa sudah mulai jarang mengikuti kegiatan ekskul. Bahkan ada juga lho 1 kegiatan ekskul nggak ada pengikutnya. Males, adalah alasan utama mereka mengapa tidak mengikuti ekskul.
Berbagai komentar pun keluar dari bibir mereka. Mulai dari kerja, nggak ada sepedanya untuk berangkat ke tempat ekskul, nggak ada temannya takut kalau berangkat sendirian. Lalu ada urusan keluarga, nggak boleh orang tua, waktunya ngaji, tapi kalau yang ini sih bisa dimaklumi.
Lalu ada juga yang berkomentar pembimbingnya nggak enak, nggak asyik. Apalagi kalau kalau menyangkut kegiatan olahraga. Alasannya pun tambah bermacam – macam. Ada yang kulitnya takut hitam kena sinar matahari, panas. Lalu ada yang takut bedaknya rusak, luntur, capek, ada aja alasannya.
Nyatanya mereka lebih mementingkan penampilannya, dari pada bakat mereka. Apa salahnya sih ngorbanin penampilan hanya untuk ngembangin bakat.
Perlu kalian ketahui ya kalau kegiatan ekskul itu sangat penting lho buat kita. Kita bisa nyalurin dan ngembangin bakat yang kita punya.
Contohnya, kalau kita punya bakat sepak bola, kita bisa gabung di ekskul olahraga yaitu futsal. Yang suka nyanyi and main musik, gabung aja di ekskul band. Bagi yang hobi nulis, jeprat – jepret, and cas cis cus, tinggal gabung aja di ekskul jurnalistik.
Kalau yang suka mengaji and musik islami seperti qosidah and banjari, gabung aja di ekskul keagamaan. Lalu yang suka kemah dan kegiatan dialam bebas, tinggal gabung aja di ekskul pramuka and pecinta alam. Atau bagi yang suka nolong orang, ngobatin luka, bisa gabung thu di ekskul PMR.
Nah gimana udah nemuin belum ekskul yang sesuai dengan bakat kalian ?. sayangkan kalau kita punya bakat tapi nggak kita salurin and dikembangkan. Karena bakat sekecil apapun yang ada pada diri kita, kalau kita bisa ngembangin and nyalurin, bisa membuat perubahan pada diri dan hidup kita lho. Mungkin saja kan dengan bakat yang kalian miliki, kalian bisa menjadi apa yang kalian inginkan selama ini.
So, jangan pernah putus asa dan terus tingkatkan serta kembangkan bakat yang terpendam dalam diri kalian.