Sabtu, 06 Desember 2008

Masyarakat yang Berperilaku Baik dan Disiplin

     Era Reformasi di Indonesia dimulai pada pertengahan 1998, tepatnya saat presiden Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998 dan digantikan wakil presiden BJ. Habibie. Krisis finansial Asia yang menyebabkan ekonomi Indonesia melemah dan semakin besarnya ketidak puasan masyarakat Indonesia terhadap pemerintahan pimpinan Soeharto saat itu menyebabkan terjadinya demonstrasi besar – besaran yang dilakukan berbagai organ aksi mahasiswa di berbagai wilayah Indonesia
     Hal ini menunjukkan bahwa sikap dan perilaku pemerintah serta masyarakat Indonesia selama ini belum bisa disiplin. Terbukti bahwa sejak Era Reformasi hingga sekarang pun masih banyak aparat negara atau pemerintah dan masyarakat yang masih berperilaku tidak baik dan tidak disiplin.
     Sebagian masyarakat Indonesia mungkin sudah hidup tentram, aman, serta berkecukupan. Tapi kalau kita menengok kebelakang dan lebih dalam lagi, betapa malangnya saudara – saudara kita yang masih hidup terlantar dipinggir jalan dan kolong jembatan. Kemiskinan yang mereka alami itu merupakan suatu bencana bagi mereka. Tidak hanya itu banyak sekali bencana yang melanda Indonesia selama ini. Misalnya, Tsunami yang mempora – poradakan Aceh, gempa yang mengguncang Yogyakarta, serta semburan lumpur bercampur gas yang menenggelamkan Porong Sidoarjo.
     Faktor utama penyebab terjadinya bencana yang setiap tahunnya melanda Indonesia adalah tidak lain karena perilaku masyarakat Indonesia yang selama ini dinilai kurang baik dan kurang disiplin. Korupsi merajalela yang merugikan negara Triliyunan Rupiah, kolusi, dan nepotisme. Demonstrasi besar – besaran dimana – mana, menolak kebijakan pemerintah. Pada awalnya saja demonstrasi bejalan dengan lancar, tetapi kebanyakan demonstrasi berakhir dengan ricuh, anarkis, bentrok dengan aparat keamanan.
     Selain dari pada itu pergaulan bebas sex bebas, narkoba yang dapat merusak hilangnya masa depan para generasi muda. Perkelahian masal antar pelajar antar sekolah juga merupakan perilaku remaja Indonesia yang kurang disiplin serta dinilai kurang baik, melanggar norma sosial, serta merusak moral.
     Contoh perilaku masyarakat Indonesia selama ini antara lain : terungkapnya 2 pasangan mesum yang sedang bermesraan dikamar hotel saat warga lain sedang melaksakan ibadah puasa di Kediri 5 september 2008. Terungkapnya adegan mesum yang dilakukan 2 siswa SMA 2 Nganjuk. Contoh lain yang lebih parah lagi adalah beredarnya foto – foto syur anggota dewan Max Moein dengan mantan sekretarisnya pada Desember 2004.
      Apakah itu yang disebut pemerintahan yang sejati ?, yang dapat menjadi contoh, manjadi teladan bagi masyarakatnya. Serta apakah itu pula yang disebut masyarakat yang disiplin ?, masyarakat yang berperilaku baik ?.
    Maka tidak heran kalau selama ini Indonesia dilanda banyak bencana. “Memang kenyataannya Allah SWT. Yang membuat bencana, tetapi yang menyebabkan datangnya bencana adalah karena perilaku masyarakat Indonesia sendiri yang kurang baik dan kurang disiplin”, ujar KH. Muhammad Abdul Mutholib atau yang biasa dipanggil Kyai Kerah Sakti di Jawa Timur.
    Berdasarkan uraian diatas penulis menginginkan Indonesia pada masa yang akan datang memilki masyarakat yang berperilaku baik dan disiplin.

Solusi Mewujudkan Masyarakat yang Berperilaku Baik dan Disiplin
     Ada beberapa solusi untuk mewujudkan masyarakat yang disiplin dan berperilaku baik antara lain:
1.Indonesia membutuhkan pemimpin yang sejati. Pemimpin sejati merupakan pemimpin yang    sadar akan kewajibannya sebagai pemimpin, sabar dalam menghadapi berbagai masalah, teguh    dalam menjalankan tugasnya, dan mengayomi atau memberi rasa aman kepada masyarakat    serta bertanggung jawab. Hadits Nabi mengatakan :
   “Setiap kalian adalah pemimpin. Dan setiap pemimpin akan dimintai    bertanggung jawaban atas    apa yang dipimpinnya”.
2.Pemerintahan yang tegas dalam menegakkan hukum, dan berani menghukum orang yang    bersalah.
3. Masyarakat yang bersatu, kompak, dan saling menghargai antara yang satu dengan yang lain.     Allah SWT berfirman dalam surat Ash-Shaaff ayat 4:
   “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya    dalam barisan yang    teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan    yang tersusun kokoh”. (QS. 61:4)
   Memang untuk mewujudkan semua itu tidaklah mudah. Tetapi apabila kita mau berusaha dan    mempunyai niat untuk mewujudkan semua itu, insya Allah kita akan bisa menjadikan    masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang berperilaku baik dan disiplin.
***

Tidak ada komentar: